Monday, 12 September 2016

Lama

Rasanya luama banget ga nyepam di blog. Di tengah perjalanan "kembali", boleh juga spent time w/ ngeblog. Ternyata begitu banyak draft yg belum sempat terpublish dan finish pastinya. Hehe.
Bentar, kira2 apa ya yg membuatku lama tak mencoret2mu? 
Mungkin laman sebelah. Ato mungkin rutinitas yg dari gelap hingga gelap menjadikanku melupakanmu. Benar. Kita kerja atau dikerjain ya. Hehe. Tapi, menyenangkan lho. Mengajarkanku berbagai macam hal dan arti kehidupan.  Hingga lupa waktu hehe.
Kali ini mau nyepam apa jadi bingung. Saking banyaknya kisah dan alkisah yang dilewati dan terlewati mungkin. Emm, cerita tentang 2 weekend terakhir yg "berkesan" mungkin ya. Hehe.

Thursday, 25 August 2016

See you (again)

Background pendidikan ternyata tidak sepenuhnya sejalan dengan pekerjaan yang akan dihadapi. Nyatanya, kenyataan hidup akan membawa kita ke arah yang berbeda dengan ilmu  latar belakang pendidikan kita. Namun, ilmu kehidupan yang kita peroleh semenjak lahir, keluarga,  bangku sekolah, bangku kuliah, dunia kerja dan dunia luar akan membawa kita memahami bahwa hidup tak slalu yang kita inginkan. Menghadapi kenyataan hidup kita juga tak boleh "sak klek" .

Sunday, 10 July 2016

Mu to the dik 🔙

Pertama kali merasakannya.
Holiday over.
Kembali?

Tawa anak kecil
Riuh bercanda tak sadar tempat
Tertawa lepas tanpa beban
Berteriak tanpa peduli orang lain berkata apa.
Bersenda gurau tanpa memperhatikan lingkungan sekitar.
Aku terganggu? Tidak sama sekali.
Tapi, rasanya aku iri.
Mereka bisa saling bercanda tanpa mengenal sebelumnya.
Hanya karena satu gerbong.
Mereka bisa tertawa bahagia tanpa kebohongan.
Mereka bisa bercanda tanpa kemunafikan.
Ya, mereka JUJUR, POLOS, GAK MUNAFIK.
Rasanya sekarang ini susah menemukannya. Sulitnya berelasi dengan dua sisi kepribadian. Lama mengenal tak jaminan mengenal kepribadiannya. Apalagi baru saja mengenal. Dia berkata tak melaksanakan. Dia berbicara tapi tak konsekuen. Dia berjanji tak ditepati.
Bahagianya jadi anak kecil. Keceriaan mereka tulus. Tangisan mereka jujur. Sikap mereka polos. Bicara mereka tak munafik.😊😊😊

Saturday, 16 January 2016

People Come and Go

Masih ingat dulu berkas yang dikumpulkan tak dibubuhi tandatangan. Maklum masih pemula. Tapi, ternyata kalo rejeki ngga akan kemana.Tapi, kalau ngga kemana-mana juga ngga bakal dapat rejeki. hehehe

Berawal dari itu lah, dunia kerja pertama yang ku kenal. Dunia baru, yang mirip dengan background pendidikan, tapi tak sepenuhnya.

Awalnya, Adaptasi dengan lingkungan merupakan modal utama aku bertahan. Berikutnya,  adalah semangat "aku pasti bisa" merupakan modal utama untuk terus berjuang. Hingga sudah waktunya Allah berkata "kembali",  "berhenti" dan "pulang". Semangatku yang membara karena masih bisa melihat senyum bahagia orang tua. Nikmat Tuhan mana yang kau dustakan. 😊

Berkenalan dengan orang baru.  Sering berbincang-bincang, akrab. Dan, akhirnya berpisah. Mungkin memang siklus kehidupan harus begitu. Akan ada yang datang dan pergi. Yang stay (tinggal) pun belum tentung akan benar-benar menetap,  suatu saat pasti akan "pergi".

People Come and Go

Ya, saat itu aku melihat rekan kerja yang keluar. Dan tiba saatnya aku pula yang keluar. Meninggalkan kisah dan cerita. Pertemanan, Persahabatan,  dan Persaudaraan yang pasti sangaat bernilai. Banyak hal yang kudapatkan, banyak hal yang diajarkan kepadaku. Arti menghargai dan mengendalikan diri.


Terimakasih. 😊


Friday, 20 November 2015

Mengamati sekitar

Sebuah percakapan antara pasien dan seorang dokter. Lebih dan kurangnya dapat diuraikan sebagai berikut. Mari perhatikan dengan cermat dan saksama.
Dokter : "Apa keluhannya?."
Pasien : "Perut saya sakit dok. Diare juga udah dari kemarin" (Padahal baru diare beberapa kali aja batinnya)
Dokter : "Wah, cantik2 kok sakitnya diare." Sambil nulis resep beliaunya.
Pasien : " Perut saya juga panas lho dok. Semalam sakit banget kaya ada angin tp sakit"
Dokter : "Panas? Waa gejala tipes itu"
Sambil menjelaskan bagian2 perut yang sakit panas dan gejala serta diagnosa penyakit. Secara cukup rinci untuk dipahami.
Pasien : "Kalo kebanyakan duduk ngefek perutnya sering panas ga?"
Dokter : "iya, bisa. Jadi, biasakan 20-30 menit berdiri atau jalan2"
Pasien membatin kalo terus menerus kaya gt kerjaan ga selesai2.
Dokter menulis obat untuk perut ga enak.
Pasien:  "Tp saya juga diare lho dok."
Dokter : "Apa iya? Wah, stress berat ya? Mikirin apa? " Sudah diduga, pasti menjurus ke pacar.
Tapi si pasien beda stress yang dialami dengan diagnosa dokter yang pacar warna warni. :-D
Pasien : "Emm, stress ........" #sensor
Dokter : "........ apasih?"
Pasien : "Badan saya juga sering lemas banget dok "
Singkat cerita, dokter menuliskan resepnya. Disuruh makan teratur. Dan tidak lupa memberi surat ijin.
Ternyata ada keterkaitan antara sakit perut (panas), diare, lemas,  stress dan rutinitas. :-/