Monday, 22 December 2014

Satu Tiket ke Surga "Cintailah Ibumu"

Ini ceritanya mau nge'review buku "Satu Tiket ke Surga"... terlebih ini hari Ibu... ya.. Hari MAMA :)

Di jaman-jaman seperti ini perkembangan buku bacaan sangat pesat, seiring bertambahnya minat baca masyarakat modern. Selain itu, membaca juga merupakan jendela dunia yang dapat membuka cakrawala pengetahuan kita semua. Berbagai macam pembaca terpuaskan dengan naskah dari berbagai macam aliran penulis. Genre dari buku-buku tersebut diantaranya adalah ilmu pengetahuan, hiburan,
Buku yang terkesan religius dan  sepertinya sedang "hits" buku bertemakan relijius. Banyak buku  di pasaran yang bertemakan relijius dengan kandungan yang cenderung menceramahi.  Tetapi, buku yang satu ini nampaknya berbeda dan semakin dibaca semakin membuat tertarik. Karena isi dalam bacaan tersebut merupakan kenyataan atau realita yang sering terjadi di sekitar kita. Buku ini berjudul "Satu Tiket ke Surga" dengan pengaran Zabrina A. Bakar. Karena kebetulan ini tanggal 22 Desember, mari mengulas poin atau bagian isi pertama dibuku yang pasti akan menambah rasa sayang dan cinta kita terhadap seseorang yang tak henti-hentinya menyayangi kita, ya IBU....
So...Check This Out!!! 

Friday, 14 November 2014

Surat Balasan Untuk Anne

Anne, kamu lagi apa? Google telah menyampaikan suratmu pada Stefani.

Anne, entahlah yang kau maksud Stefani ini atau bukan. Aku tak tau. Tapi, Stef merasa pernah hadir di acara lukisan dan pahatan yang pernah kau tuliskan. Maaf, kalo Stef hanya kepedean. 
Anne, Stef membaca surat itu saat sedang di kantor. Stef sedih, An. Stef mau nangis, tapi ga boleh. Stef, nanti diketawain tiba-tiba nangis. Hehe (Padahal juga sering, An) 

Anne, kamu terlalu berlebihan. Stefani bukan siapa-siapa. Stefani hanya seorang manusia yang "kebetulan" bertemu dengan "Anne" dan terjalinlah sebuah pertemanan. Terimakasih Anne telah menganggap Stef  sebagai seorang sahabat. Terimakasih untuk persahabatan ini Anne. :)

Tuesday, 11 November 2014

diskriminasi

Ga sedikit orang yang memandang sebelah mata  kepada orang lain. Bahasa gaulnya sih under estimate. Mungkin oknum-oknum tersebut berfikiran bahwa pihak-pihak yang tidak sejalan atau sealiran dengannya itu...NO..NOL. Mungkin mereka berfikiran apa yang jadi pemikiran dan pemahamannya itu paling benar (situ OK? :p). Itu bisa disebut diskriminasi kaum minoritas. Tapi ada lagi Diskriminasi di Lingkungan Mayoritasnya Sendiri. Mungkin ada yang sadar atau tak sadar dari keadaan tersebut. Entah itu jadi pihak pertama atau pihak kedua. Pihak pertama merupakan pihak yang mendiskriminasikan orang atau golongan disekitarnya padahal pada intinya prinsip dan landasan mereka sama. Sedangkan, pihak kedua adalah "korban" dari perilaku yang diberikan pihak pertama. Mungkin si pihak pertama ngerasa dirinya paling OKE. hmmm...  
Eh mayoritas disini ya di negara kita ini... mendiskriminasikan orang lain di lingkungan yang mayoritasnya sama. Coba kalo dibalik. Coba deh kalo mereka si tukang pendiskriminasi kalo ke daerah atau negara lain, kemudian mereka jadi kaum minoritas. Apa yan terjadi? agak diganggu dikit aja, udah ga terima. Tapi, sebaliknya yang dia lakukan saat jadi kaum mayoritas songongnya tingkat dewa, ngerasa paling bener. Ga sepemahaman aja udah bercuit-cuit dimana-mana. Jangan ngerasa pemahamanmu itu paling benar, yes...Hargai orang lain, sebelum minta dihargai! Okeii gaess?

Wednesday, 24 September 2014

My Opinion

Beberapa hari ini sedang hangat-hangatnya konsep dasar atau kesepakatan MATEMATIKA dibicarakan berbagai pihak baik di sosial media maupun dunia pendidikan. Berbagai komentar datang dari banyak pihak baik yang kurang ataupun sangat memahami disiplin ilmu matematika itu sendiri. Masyarakat luas seperti pelajar, mahasiswa, orang tua murid, dosen, atau bahkan guru besar  juga ikut urun rembug dalam permasalahan ini. Mereka tak mau tertinggal menyatakan segala opini, pendapat, dan pemahaman mereka terkait permasalahan yang sedang beredar hangat-hangatnya seperti gorengan(*ups) dan pastinya termasuk saya juga ikut-ikutan.  #hehe

Untuk menghangatkan kembali gorengan yang lagi beredar,  kurang lebih permasalahannya adalah sebagai berikut:
Beberapa hari yang lalu seorang kakak meng"upload" hasil PR (pekerjaan rumah) adiknya yang mendapat nilai 20. Ia yang telah mengajari dan membimbing adiknya mengerjakan PR (mungkin) tak percaya dengan hasil nilai yang diperoleh adiknya. Terlebih lagi sebagian besar PR adiknya disalahkan oleh sang guru. Sang kakak yang notabene membantu sang adik mengerjakan PR sudah tentu tak terima dengan melihat kesalahan pada PR yang menurutnya bukan konsep matematika yang pantas untuk disalahkan.



Sebagai contoh soal pertama yaitu

4 + 4 + 4 + 4 + 4 + 4 = .... x .... = ....

Sang kakak mengajari adik dengan cara

4 + 4 + 4 + 4 + 4 + 4 = 4 x 6 = 24
Cara tersebut ternyata disalahkan oleh sang guru. Karena 4 x 6 ≠ 6 x 4. Bagi sang kakak konsep tersebut sama saja dan tak pantas untuk disalahkan.
Berbagai tanggapan menghujani masalah ini ada yang pro dan ada yang kontra. Ada yang mendukung sang kakak bahwa permasalahan tersebut bukan suatu hal yang dapat menjadi alasan menyalahkan PR dari anak SD kelas II.  Namun, banyak juga yang mendukung pemahaman guru tentang konsep matematika tersebut.


Friday, 1 August 2014

Lebaran

time fly quickly,
Waktu berlalu begitu cepatnya.
Sebulan kemarin berlalu begitu cepatnya.
Ngga terasa lebaran kemarin sudah dilalui. Apa saja agendamu di lebaran kemarin?
Seperti lebaran tahun kemarin, tahun ini hanya ada aku, mama, dan bapak, yeah without my bigbro who was there. Semoga tahun depan bisa berkumpul lagi ya, jadinya paket lengkap. amiien :) 
Seperti tahun-tahun sebelumnya lebaran adalah saatnya berkumpul dengan keluarga besar semaksimal mungkin, coz ngga semua sanak saudara bisa berkumpul. Satu hal yang paling membahagiakan adalah saat berkumpul dengan keluarga, saudara, dan saling bercanda tawa. Tapi, lebaran ini banyak sanak saudara yang absen, karna banyak agenda-agenda besar yang berdekatan dengan waktu lebaran ini. Jadi, sebagian dari mereka dapat berkumpul saat agenda-agenda besar itu. yes, meet up nya setelah lebaran ceritanya (mungkin, kalo masih diberi kesempatan). Semoga segalanya dilancarkan dan dimudahkan. amiien :)
Lebaran disini identik dengan saling bermaaf-maafan.  Dari sungkem sama bapak, mama, nenek (kakek sudah almarhum), pakdhe, budhe, dan seluruh sanak family. 
Lebaran tahun ini sungguh sanggat disyukuri, karna jika menengok lebaran tahun kemarin tentulah sangat banyak nikmat dan berkah yang diberikan Allah SWT. 

Friday, 4 July 2014

KOMUNIKATA

Si A cerita ke si B, terus si B cerita ke si C. Belum tentu lho cerita dari si A itu tepat dan sama persis diceritakan dari si B ke si C. Entah sengaja atau ga sengaja, tapi bisa aja lho cerita yang semula akurat bisa ditambah-tambahi atau dikurangi isinya. Ya, ibarat kaya permainan komunikata (pasti pernah main komunikata kan?).  Si A ngomong "Ani membeli buah mangga di pasar", kemudian kalimat itu dilanjutkan ke si B, C, D, dan E ....hingga akhirnya si F yang terakhir mendengar beritanya tahunya "Ani mencuri buah mangga di pasar"..Nah lho.. bedakan berita yang dimaksud dengan yang tersebar..
So, kalo ga sengaja,,,jangan deh disengaja-sengaja'in cerita atau nyampein berita dilebih-lebihin atau dikurang-kurangin yang berakibat membuat berita itu sangat berubah. Sampai akhirnya pihak-pihak yang terkait dengan berita itu dirugikan....Oke gaess?? :)

Hati-hati lho kalo bicara, cause mulutmu harimaumu.