Friday, 6 March 2015

SELASA

SELASA:: SEtia hingga  LAnjut uSiA
Judul ini terinspirasi dari twit official twitter Sheila on 7. Malam itu, Navy iseng membuka salah satu sosmed. Ia teringat bahwa sosmednya ini difollow oleh pacar Saras. Ia pun membuka lamannya dan menemukan link blog miliknya Kembali, iseng-iseng Navy membuka blog belahan jiwa Saras. Ia telah menyangka kejadian ini bakalan terjadi. Pacar Saras menuliskan kisahnya. Kisahnya yang tersakiti. Kisahnya yang berkomitmen serius, namun ternyata apa yang terjadi? Komitmen itu dilanggar pihak satunya. Saras menjadi pemeran utama.

Saturday, 28 February 2015

Terimakasih

Jatah hidupku sudah kugunakan 23 tahun. 
Terimakasih
Terimakasih atas kesempatan yang diberikan oleh-Nya. Terimakasih senyuman hangat dan segala kasih sayang yang tak pernah luntur dari kecil hingga besarku kini, semangat jiwaku. Terimakasih atas perhatian dan deruan keceriaan yang kalian tawarkan . Terimakasih Terimakasih untuk semuanya...
Maaf
Maafkan aku..
Maafkan aku yang banyak salah dalam bertutur kata dan bertindak. Baik dari hati, pikiran, dan perilaku. 
Mohon selalu bimbingan dan kasih sayang kalian ya..thanks for everything people around me who loved and care with me. I LOVE YOU. I wish can beatify people around me with a useful remaining life. 

Thursday, 1 January 2015

HariBaru

WELCOME 1 JANUARI 2015 terimakasih untuk 2013 & 2014 AMAZING, Semoga Lebih Baik dan Lancar ke depannya

Monday, 22 December 2014

Satu Tiket ke Surga "Cintailah Ibumu"

Ini ceritanya mau nge'review buku "Satu Tiket ke Surga"... terlebih ini hari Ibu... ya.. Hari MAMA :)

Di jaman-jaman seperti ini perkembangan buku bacaan sangat pesat, seiring bertambahnya minat baca masyarakat modern. Selain itu, membaca juga merupakan jendela dunia yang dapat membuka cakrawala pengetahuan kita semua. Berbagai macam pembaca terpuaskan dengan naskah dari berbagai macam aliran penulis. Genre dari buku-buku tersebut diantaranya adalah ilmu pengetahuan, hiburan,
Buku yang terkesan religius dan  sepertinya sedang "hits" buku bertemakan relijius. Banyak buku  di pasaran yang bertemakan relijius dengan kandungan yang cenderung menceramahi.  Tetapi, buku yang satu ini nampaknya berbeda dan semakin dibaca semakin membuat tertarik. Karena isi dalam bacaan tersebut merupakan kenyataan atau realita yang sering terjadi di sekitar kita. Buku ini berjudul "Satu Tiket ke Surga" dengan pengaran Zabrina A. Bakar. Karena kebetulan ini tanggal 22 Desember, mari mengulas poin atau bagian isi pertama dibuku yang pasti akan menambah rasa sayang dan cinta kita terhadap seseorang yang tak henti-hentinya menyayangi kita, ya IBU....
So...Check This Out!!! 

Friday, 14 November 2014

Surat Balasan Untuk Anne

Anne, kamu lagi apa? Google telah menyampaikan suratmu pada Stefani.

Anne, entahlah yang kau maksud Stefani ini atau bukan. Aku tak tau. Tapi, Stef merasa pernah hadir di acara lukisan dan pahatan yang pernah kau tuliskan. Maaf, kalo Stef hanya kepedean. 
Anne, Stef membaca surat itu saat sedang di kantor. Stef sedih, An. Stef mau nangis, tapi ga boleh. Stef, nanti diketawain tiba-tiba nangis. Hehe (Padahal juga sering, An) 

Anne, kamu terlalu berlebihan. Stefani bukan siapa-siapa. Stefani hanya seorang manusia yang "kebetulan" bertemu dengan "Anne" dan terjalinlah sebuah pertemanan. Terimakasih Anne telah menganggap Stef  sebagai seorang sahabat. Terimakasih untuk persahabatan ini Anne. :)

Tuesday, 11 November 2014

diskriminasi

Ga sedikit orang yang memandang sebelah mata  kepada orang lain. Bahasa gaulnya sih under estimate. Mungkin oknum-oknum tersebut berfikiran bahwa pihak-pihak yang tidak sejalan atau sealiran dengannya itu...NO..NOL. Mungkin mereka berfikiran apa yang jadi pemikiran dan pemahamannya itu paling benar (situ OK? :p). Itu bisa disebut diskriminasi kaum minoritas. Tapi ada lagi Diskriminasi di Lingkungan Mayoritasnya Sendiri. Mungkin ada yang sadar atau tak sadar dari keadaan tersebut. Entah itu jadi pihak pertama atau pihak kedua. Pihak pertama merupakan pihak yang mendiskriminasikan orang atau golongan disekitarnya padahal pada intinya prinsip dan landasan mereka sama. Sedangkan, pihak kedua adalah "korban" dari perilaku yang diberikan pihak pertama. Mungkin si pihak pertama ngerasa dirinya paling OKE. hmmm...  
Eh mayoritas disini ya di negara kita ini... mendiskriminasikan orang lain di lingkungan yang mayoritasnya sama. Coba kalo dibalik. Coba deh kalo mereka si tukang pendiskriminasi kalo ke daerah atau negara lain, kemudian mereka jadi kaum minoritas. Apa yan terjadi? agak diganggu dikit aja, udah ga terima. Tapi, sebaliknya yang dia lakukan saat jadi kaum mayoritas songongnya tingkat dewa, ngerasa paling bener. Ga sepemahaman aja udah bercuit-cuit dimana-mana. Jangan ngerasa pemahamanmu itu paling benar, yes...Hargai orang lain, sebelum minta dihargai! Okeii gaess?